Beranda TOPIK UTAMA

Google dan YouTube Tak Perlu Diblokir

434
Google dan YouTube

Jakarta, SUARA TANGSEL – Desakan agar pemerintah memblokir Google dan YouTube dengan alasan bahwa laman pencarian dan sistus berbagi video tersebut turut serta dalam menyebarkan konten pornografi, disampaikan Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muhammad Jafar Hafsah.

“Google dan YouTube sama saja dengan konten pornografi sehingga layak untuk diblokir. Jutaan konten pornografi dan kekerasan ada di situs tersebut,” kata Hafsah dalam rilisnya, di Jakarta, Selasa (7/6).

Menurut Hafsah, situs tersebut secara bebas menyebarkan konten pornografi dan kekerasan tanpa kendali. Google dan YouTube telah menjajah Indonesia secara digital.

Sementara itu, menurut ahli keamanan siber, Pratama Persadha, Pemerintah tidak perlu memblokir situs mesin pencari Google dan YouTube. Yang perlu dilakukan pemerintah adalah menyaring kandungan buruk yang bertentangan dengan norma dan budaya di Indonesia.

Dilansir Antar, Rabu (8/6) di Semarang, Persadha menegaskan tidak mungkin layanan Google dan YouTube diblokir.

“Hal itu bisa menimbulkan kekacauan karena banyak sekali pengguna kedua layanan itu,” kata dia, yang juga ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC (Communication and Information System Security Research Centre).

Menurut Persadha, lebih banyak manfaat yang bisa diambil dari Google dan YouTube, seumpama media pembelajaran dan pendidikan yang berguna, khususnya bagi generasi muda. Selain itu, juga sebagai media jual beli yang meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ia pun mengatakan, “Memang tidak bisa dipungkiri ada kandungan negatif di sana. Namun, hal itu kembali lagi kepada bagaimana kebijakan pengguna itu sendiri ketika mengakses internet apakah untuk hal-hal yang bermanfaat atau tidak,” katanya.

Kandungan negatif pada dua layanan itu tidak hanya kekerasan dan pornografi, tetapi lebih dari itu. Misalnya, ujaran kebencian, radikalisme, pertentangan berbasis suku, agama ras, dan antargolongan, hingga dan perjudian.

Karenya, ahli keamanan siber ini memandang perlu peran serta masyarakat membantu pemerintah dengan melaporkan situs-situs yang berkandungan negatif.

Berbeda dengan Hafsah, Ketua ICMI Jimly Asshidiqie akun @JimlyAs menyampaikan, “Itu cuma pernyataan pribadi pak sekjen. Jngn dianggap trlalu serius. Google& youtube jstru sngat brguna di Medsos.” Tulis Jimly menanggapi pertanyaan salah seorang Follower kepadanya. (Once)