Beranda TOPIK UTAMA INTERNASIONAL

Gempa Taiwan, KDEI Buka Nomor Hotline

100
Gempa Taiwan

Taiwan, SUARA TANGSEL – Gempa mengguncang Taiwan, Sabtu (6/2) pukul 03.57 waktu setempat. Titik episentrum gempa terjadi di timur laut Pingtung County, dengan kedalaman 16,7 km. Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan Arief Fadillah cepat membuat posko darurat di lokasi gempa dan membuka nomor hotline +886978938872.

“Hingga pukul 18.30 waktu setempat belum terdapat laporan korban dari warga negara Indonesia. Namun, kami berharap seluruh WNI di Taiwan dan keluarga di Indonesia yang ingin mengetahui kondisi keluarganya dapat menghubungi posko darurat dan hotline KDEI,”tegas Arief Fadillah, dari Taiwan, Sabtu (6/2) lalu.

Dampak gempa bumi dirasakan di seluruh wilayah Taiwan, dengan intensitas kuat terjadi di wilayah Yunlin County, Kaohsiung City, Pingtung County, Tainan City (central), Chiayi County, dan Chiayi City. Getaran gempa bumi selanjutnya dirasakan sebanyak lebih dari sepuluh kali di Tainan City dengan kekuatan gempa bumi berkisar 3,7–4,9 SR, dengan kedalaman 21,5 – 33,1 km, yang tercatat hingga pukul07.30 waku setempat. Tainan merupakan kota tertua di Taiwan dengan struktur bangunan di wilayah tersebut mayoritas merupakan bangunan tua.

“Hingga Desember 2015, tercatat sekitar 17.000 warga negara Indonesia yang berada di Tainan. Mayoritas adalah tenaga kerja Indonesia berjumlah 16.881 jiwa, sedangkan sisanya adalah mahasiwa dan WNI lainnya,”ujar Arief.

Ketua Posko Darurat, Siswadi, yang juga Wakil Kepala KDEI Taipei Siswadi menuturkan,” korban yang terperangkap di sebuah apartemen di Yongkang masih belum bisa dievakuasi secara keseluruhan. “Apartemen di Yongkang rusak cukup parah dan mungkin masih ada korban meninggal,”ujar Siswadi.

Hasil koordinasi dengan polisi dan Crisis Center, gempa Taiwan telah meluluhlantakkan tiga gedung di Tainan, persisnya di Distrik Yongkang Kondisi di distrik ini paling parah terkena gempa, disusul Xin Hua dan Gueren.

Berdasarkan data Center Emergency Management of Tainana dan Tim KDEI, sampai saat ini, diperkirakan 11 orang meninggal dunia dan 475 luka-luka. “Berdasarkan info dari kepolisian setempat, belum ditemukan warga negara asing yang menjadi korban. Seluruh korban yang berhasil dievakuasi merupakan warga Taiwan,”ujar Siswadi.

Posko Darurat KDEI di Tainan City masih terus memonitor semua informasi termasuk pemantau korba nyang dilarikan ke rumah sakit untuk memastikan apakah ada warga negara Indonesia menjadi korban gempa. (kemendag/ris)