Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Fokkermapi Nilai Pemerintah Heroik Memutus Kontrak PT Freeport

36
0
Fokkermapi

Jakarta, SUARA TANGSEL – Pemerintah Indonesia melalui Kementrian ESDM sepakat untuk memutus kontrak PT Freeport Indonesia, hal ini dilakukan karena perusahan asal Amerika tersebut tidak kunjung patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Beberapa pihak mendukung langkah tegas pemerintah tersebut.

Dukungan juga datang dari Forum Komunikasi dan Kerja Sama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Indonesia (Fokkermapi).Wakil Ketua Umum Fokkermapi Riyanda Barmawi mengatakan, langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia sudah sangat tepat dan heroik, dan sudah semestinya masyarakat Indonesia mendukung langkah tegas pemerintah.

“Kehadiran Freeport jika dikalkulasi ulang, negara justru mengalami kerugian yang amat besar, baik dalam sektor lingkungan yang rusak dan royalti yang diberikan pada negara juga tidak signifikan,” kata Riyanda di Jakarta, Rabu (22/02).

Ditambahkan Riyanda, kontribusi Freeport selama ini hanya 9 Triliun per-tahun. Coba bandingkan dengan kontribusi sektor lain, misalnya, industri hasil tembakau nasional yang nilainya mencapai 147 Triliun/tahun dari sektor cukainya saja.

“Tentu ini penipuan besar yang berangsur sejak lama, kekayaan alam kita selama puluhan tahun hanya diraup untuk kepentingan ekonomi Amerika, karena kita tahu bahwa Freeport adalah dapur Amerika Serikat,” tegas dia.

Terkait rencana perwakilan Kedubes Amerika untuk Indonesia yang akan menggugat pemerintah Indonesia ke pengadilan internasional karena dianggap melanggar kontrak karya Freeport, menurut Riyanda, pemerintah jangan gentar apalagi mundur dari ancaman tersebut.

Karena dirinya yakin pemerintah pasti bisa menghadapinya dengan sikap tegas.

“Sekali lagi, sikap tegas pemerintah tersebut sejalan dengan visi Nawacita Presiden Jokowi yang ingin mewujudkan kedaulatan ekonomi bagi kesejahteraan rakyat,” kata Riyanda

Sementara Khotibyani Sekjend Fokkermapi menambahkan, “Kami akan terus melakukan pengawalan terhadap putusan pemerintah yang akan memutus kontrak PT. Freeport dan dalam waktu dekat kita akan melakukan kajian-kajian strategis sebagai dukungan terhadap pemerintah.” (Tb/Ibnu)