Home / SUARA WARGA / Duh, Nasib Nenek Elin dan Rami, Tukang Sapu Tamkot 1 BSD City, Dapat Gaji Tak Layak
Nenek Elin Suhada (86), Tukang Sapu, Tamkot 1 BSD City, Tangsel, Rabu (2/9)

Duh, Nasib Nenek Elin dan Rami, Tukang Sapu Tamkot 1 BSD City, Dapat Gaji Tak Layak

Serpong, SUARA TANGSEL – Jika tukang sapu di beberapa tempat di kota Tangerang Selatan (Tangsel) di bawah binaan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) bernasib baik dengan upah yang memadai, tapi tidak dengan tukang sapu di Taman Kota (Tamkot) 1 BSD City, karena nasib mereka ternyata jauh berbeda dengan rekan seprofesinya di tempat lain.Sudah bertahun-tahun bekerja sebagai tukang sapu di Tamkot, tapi upah kerja yang mereka terima jauh dari layak.

“Saya bekerja di sini sudah lama, dari jalan-jalan setapak di Tamkot belum ada, kerja dari Pkl. 06:00 pagi sampai sore hari, antara Pkl.15:00 atau Pkl. 16:00 baru pulang, saya digaji Rp100 ribu per minggu, sebelumnya hanya digaji Rp 65 ribu,” papar Elin Suhada (86) salah seorang tukang sapu, warga kampung Lengkong Wetan.

Tak jauh berbeda dengan Nenek Elin, Rami juga mengalami nasib yang sama, Nenek yang berusia 81 tahun ini menjadi tukang sapu di Tamkot juga sudah lama, ia hanya digaji Rp 100 ribu setiap minggu.

“Saya kerja di sini sudah 7 tahun, gajinya sama dengan yang lain, yaitu Rp 100 ribu setiap minggu,” ungkap Nenek Rami (81), warga Lengkong.

Saat dikonfirmasi terkait nasib tukang sapu Tamkot 1 BSC City kepada Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel, pihak DKPP mengatakan bahwa pengelolaan kebersihan di kawasan tersebut belum berada di bawah koordinasi DKPP.

Dari informasi yang diperoleh, kewenangan terkait pengelolaan kebersihan Tamkot 1 BSD City itu masih dipegang BSD City dengan menggunakan outsour salah satu CV yang bergerak dibidang maintenence landscape, yaitu CV. Gema Kumala.

“Kalau pengelolaan kebersihan di Tamkot 1 BSD City itu bukan kewenangan kami, karena pengelolaan kebersihannya masih dipegang BSD, terkait gaji para tukang sapu yang masih tidak layak, kita juga sangat prihatin. Kalau tukang sapu di DKPP itu gajinya 1,5 juta per bulan, kerjanya dari Pkl. 06:00 pagi sampai Pkl. 12:00, siang” pungkas Wisman, Kasie Sapu di DKPP Kota Tangsel.

Sementara itu, pihak BSD sendiri masih belum bisa dimintai keterangan perihal gaji tukang sapu di Tamkot 1 BSD City, begitu juga dengan pihak Dinsosnakertrans yang bertugas mengawasi masalah ketenagakerjaan di kota Tangsel. []

 

Jurnalis : Kibo MZ

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Check Also

Kampung Muncar

Kampungnya Dikepung Limbah Industri, Anak Nelayan Muncar Surati Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Tangerang Selatan – SUARA TANGSEL –  Meski jauh merantau di negeri orang, Fitri anak nelayan ...

suaratangsel.com