Beranda HUKUM & PERISTIWA

Dua Pelaku Pencuri Rumah Mewah Berhasil Dibekuk Jajaran Polres Metro Jakarta Barat

625

Jakarta, SUARA TANGSEL – Polres Metro Jakarta Barat beserta Polsek Kebon Jeruk gelar Konferensi Pers terkait tindak pidana Pencurian Spesialis Rumah Kosong dengan modus baru, bertempat di TKP, Jalan Kedoya Al Kamal Blok A15/27 RT 04/04 Kedoya Selatan, Jakarta Barat, Rabu (31/3).

“Kita sudah berhasil menangkap pelaku utama kasus pembongkaran rumah mewah ini dengan inisial ‘A’, kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat dan viral di media sosial,” Ujar Kombes Pol Ady Wibowo.

Kapolres Jakarta Barat , Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, bahwa kasus pencurian rumah kosong dengan mengambil dan membongkar semua bahan material bangunan terbilang cukup unik dan baru pertama kali terjadi.

Lebih lanjut Ady memaparkan bahwa kasus ini dilaporkan ke Polsek Kebon Jeruk pada tanggal 20 maret 2021 lalu, dan rangakaian kronologis singkat dari pada kejadian ini bermula dari tersangka A, yang kebetulan tersangka A tinggal di sekitar wilayah kebon jeruk atau tidak jauh dari TKP.

Berawal tersangka melihat tulisan spanduk di TKP bertuliskan “Rumah Ini Dijual,” lalu kemudian dilakukan pengamatan oleh tersangka A, setelah mengetahui kondisi rumah sepi, dan ternyata rumah tersebut memang sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya.

Dari kondisi sepi dan tidak berpenghuni inilah dimanfaatkan oleh pelaku dengan cara melompat pagar kemudian masuk menuju ke pintu utama lalu mencongkel pintu tersebut.

“Setelah berhasil masuk, tersangka A menemukan kelompok anak kunci yang terdapat didalam rumah, kemudian tersangka A mengganti gembok yang ada di pintu gerbang dengan tujuan agar tidak timbul kecurigaan,” kata Ady.

Setelah semua berjalan lancar, tersangka mencoba menawarkan bongkaran rumah atau perlengkapan rumah kepada tersangka H, kemudian dari tersangka H menawarkan kepada MD sebagai pengepul barang bekas dengan alasan barang tersebut dari pemilik rumah sudah melalui proses jual beli.

Kemudian saudara MD meminta kepada beberapa tukang kuli bangunan untuk membongkar, mereka masuk dengan leluasa. Karena kunci sudah diganti oleh tersangka A maka tidak menimbulkan kecurigaan oleh warga sekitar.

“Proses pembongkaran ini pun berlangsung cukup lama , yaitu mulai dari tanggal 20 Februari lalu sampai dilaporkan tanggal 20 maret 2021, hampir satu bulan,” tambah Ady.

Awal kejadian ini diketahui bermula dari kakak korban (Salah satu ahli waris) ketika sedang meninjau rumahnya dan melihat ada kegiatan kuli-kuli bangunan sedang melakukan pembongkaran mulai dari ubin marmer, material kayu bangunan rumah, Meja, lampu, lemari, sofa dan lain-lain. Kemudian saksi yang juga kakak korban langsung melaporkan peristiwa ini ke scurity dan Polisi. Dari situlah awal penyidikan dilakukan.

Lebih lanjut Kombes Ady mengatakan selain A dan H, masih ada DPO yang diduga kuat sebagai penadah dari hasil pencurian tersebut.

“Ada dua orang yang masih kita cari,” kata Ady.

“Dari kejadian ini, tersangka A mengakui baru sekali melakukan aksinya. Dari hasil pencurian yang dilakukan, pelaku berhasil mengumpulkan uang sebesar 19 juta rupiah. Akan tetapi setelah dikonfirmasi kepihak pemilik, bahwa kerugian yang ditimbulkan dari bongkaran-bongkaran material mencapai 1 milyar rupiah,” jelas Ady.

Dengan ini para pelaku dijerat pasal Pencurian dengan pemberatan yakni pasal 363 KUHP. Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Den/Fahmy