Home / HUKUM & PERISTIWA / Dua Bulan Buron, Pelaku Pembunuhan di Serang Akhirnya Diringkus Polisi
Sempat buron 2 bulan

Dua Bulan Buron, Pelaku Pembunuhan di Serang Akhirnya Diringkus Polisi

Serang, SUARA TANGSEL  – Kepolisian Resor (Polres) Serang Kota mengungkap kasus tewasnya korban berinisial Y (30) oleh AF (35) yang tidak lain suaminya sendiri. Sempat buron selama kurang lebih 2 bulan, AF diringkus polisi di Sungai Rotan, Palembang , Sumatera Selatan.

Anggota Satreskrim Polres Serang Kota bekerjasama dengan Polsek Sungai Rotan meringkus pelaku saat beristirahat di sebuah mess dimana tempat AF bekerja sebagai seorang supir sebuah perusahan.

“Dibantu dari Polsek Sungai Rotan, Palembang. Karena mereka yang mengetahui wilayah juga kondisi masyarakat disana,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi saat ekspose kasus di Mapolres, Selasa (23/7).

Singkat cerita, berawal dari kondisi ikatan pernikahan yang kurang harmonis, korban dan pelaku sering terlibat cekcok mulut. Suatu ketika, pada Selasa, 14 Mei 2019 sore, korban meminta uang untuk membeli makanan berbuka puasa dan susu anaknya.

Tetapi, alih-alih mendapatkan sejumlah uang yang dipinta, korban malah dicaci, dan terlibat percek-cokan. Lantas, korban meminta cerai, namun permintaannya itu malah membuat pelaku panik. Saat malam tiba, pelaku pergi ke sebuah bengkel dengan menenteng golok dan mengasahnya.

Sekitar pukul 10 malam, pelaku kembali kerumah kontrakannya yang tak jauh dari bengkel yang ia datangi. Keduanya kembali terlibat cekcok mulut.

Hingga ke’esokan harinya, tepatnya pada Rabu 15 Mei sekitar pukul 7 pagi antara korban dan pelaku terlibat pertengkaran yang besar. Pertengkaranpun diakhiri dengan tewasnya korban akibat sabetan golok di depan anak-anak korban.

“Karena terasangka sudah melakukan persiapan (mengasah golok-red), maka  itu termasuk pembunuhan berencana,” ungkapnya.

Sementara itu Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi membenarkan atas penangkapan pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri yang terjadi di kampung Cisaat, Padarincang, Kabupaten Serang, Rabu (15/5), dua bulan lalu.

“Ditangani Satreskrim Polres Serang Kota, penangkapan terlaksana atas komunikasi yang baik antara kami dengan Kepolisian setempat,” ujar Kombes Pol Edy Sumardi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 44 ayat 3, Undang-undang nomor 23 tahun 2004, tentang penghapusan dalam rumah tangga. Sekaligus junto pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (ST)

 

Check Also

Kasus Sengketa Lahan Ibu Elliyah vs PT JRP di PN Tangerang Menuju Babak Akhir

Bagikan melalui WhatsAppTangerang, SUARA TANGSEL – Kasus sengketa lahan antara PT Jaya Real Property (PT ...

Michael Gallup Jersey  suaratangsel.com