Beranda TOP TANGSEL PEMKOT TANGSEL

Dindikbud Kota Tangsel Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Beberapa Sekolah

235

Tangsel, SUARA TANGSEL – Jumlah kasus virus corona di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus meningkat. Menurut Juru Bicara (Jubir) Satuan Gugu Tugas Covid-19 Kota Tangsel, Tulus Muladiyono, terkonfirmasi  korban dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP) 117 orang. 

“Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 61 orang. Kemudian yang dinyatakan positif dan sedang dirawat adalah 6 orang, dan yang meninggal dunia 4 orang, ” kata Jubir SGT Covid-19, Minggu (22/3).

Dari data perkembangan kasus tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel berinisiatif untuk ikut serta melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan pada hari Sabtu, 21 Maret 2020 di bebepa sekolah di Tangsel, baik sekolah swasta maupun sekolah negeri, diantaranya di SDN Pondok Kacang Barat 03, dan SMPN 14 Kota Tangsel, yang kedua sekolah tersebut berada di wilayah Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan(Kadis Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono, kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan di kedua sekolah tersebut, merupakan upaya dinas yang dipimpinnya itu, untuk turut serta berpartisipasi dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di Tangsel.

Penyemprotan disinfektan di SDN Pondok Kacang Barat 03, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan

“Jumlah kasus terkonfirmasi pasien terpapar covid-19 dari hari ke hari semakin meningkat. Oleh karena itu, kami mengambil langkah antisipatif dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan, rencananya akan dilakukan disemua sekolah di Tangsel. Sebelumnya, kami telah mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa ke rumah, dimulai dari tanggal 16 sampai dengan  28 Maret 2020,” kata Taryono, Minggu siang (22/3).  

“Keputusan ini diambil dengan tujuan untuk melindungi anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini dari ancaman virus yang telah membuat ratusan negara dunia sibuk melawan dahsyatnya wabah virus corona asal negara China ini. Dan, oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) ditetapkan sebagai pandemi global,” tandas Pak Tar, sapan akrab Kadis Dindikbud Taryono.

Taryono pun menambahkan, bahwa pengalihan kegiatan belajar mengajar siswa di rumah tersebut, insha Allah dilaksanakan secara menyenangkan dan disesuaikan dengan jadwal belajar.

Lantas, ketika ditanya, langkah berikut apa yang akan dilakukan dirinya, jika situasi penyebaran virus corona ini terus bertambah massif, baik itu daerah zona merahnya, maupun dari jumlah pasien terpapar virus corona.

Jawabnya, “kedepannya seperti apa, mudah-mudahan masalah corona ini cepat selesai. JIka masih berlanjut, tentunya kami akan mengikuti kebijakan pusat dan pimpinan daerah. Termasuk agenda besar ke depan, yaitu UNBK dan PPDB. Kami tetap bekerja mempersiapkan dengan baik untuk dua agenda besar itu.” (Adv)