Beranda BUDAYA

DEDADA Live Painting Seniman Muda Penjuru Tangerang Selatan

449

Kota Tangsel, SUARA TANGSEL – Selamat datang tahun 2021. Tahun dalam peristiwa yang tidak akan pernah kita lupakan: pandemi. Setelah kita dituntut sesegera mungkin adaptif pada kondisi global. Disaat aktivitas kesenian dituntut untuk mengambil jeda agar kita bisa melihat kembali makna lain dari lingkungan, makna lain dari hubungan antar manusia, makna pentingnya kesehatan, dan beragam makna kehidupan yang sesungguhnya bisa menjadi inspirasi bagi setiap seniman untuk menuangkannya dalam bentuk karya. Tahun 2021 adalah tahun menjalankan cara pandang baru. Tahun kita membersamai.

Maka mengawali tahun 2021 ini, kami menghadirkan program inisiatif yang diberi tajuk: Dedada, Live Painting Seniman Muda Tangerang Selatan. Penamaan Dedada diambil dari lokasi studio tempat dilangsungkannya hajat ini. Namun frase Dedada ini dapat dimaknai merupakan serapan dari Gerakan Dadaisme. Gerakan yang menjadi penanda kalau proses evolutitatif seni visual saat itu harus ditutup dengan sesuatu yang natural, ringan namun dengan bobot dan memiliki nafas pembaharuan atas kondisi sosial saat itu.

Program yang diinisiasi Dik Doank dan jejaring seniman muda di penjuru kota Tangerang ini juga sesungguhnya berlandaskan ajang silaturahmi antar pekerja seni dalam semangat generasi muda yang senantiasa menjunjung tinggi hakekat berkarya dan kolektifitas.

Dedada, Live Painting Seniman Muda Tangerang Selatan mengajak 17 seniman muda untuk berkarya bersama di Studio Dedada (PB 8, Jl Komp Puri Bintaro No 32, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan) pada Hari Senin, 11 Januari 2020 pukul 10.00 pagi – selesai. Adapun 17 seniman itu adalah: Fitra Rahardjo, Ifan Shano, Aprikinos, Iyusman Utomo, Amy Zahrawan, Moch Hasrul, Della Vivilias, Si Ongs, Larilarikecil, Tyas Rolls, Ibda Komuk, Fammisa Yusuf, Kheirini Hikmat, dan Zulfahmi Bin Sodeih. Dengan penampilan khusus dari Edi Bonetski, Romie Idekuart, dan Ridwan Manantik. (*)