Beranda TOPIK UTAMA

CRP Minta Pemkot Tangsel Tindak Tegas Pabrik Tahu yang Cemari Sungai Cisadane

225
Limbah Pabrik Tahu Tangsel

Serpong, SUARA TANGSEL – Satu hari yang lalu, tepatnya tanggal 22 Maret, Dunia baru saja memeringati Hari Air 2017 dengan tema “Air Limbah” atau “Wastewater”.  Satu hari kemudian kondisi Sungai Cisadane ditemukan dalam keadaan yang memprihatinkan, pasalnya sumber Air Baku masyarakat Tangerang  ini telah  dicemari  cairan putih pekat berbau, yang mengalir menutupi badan sungai. Kamis (23/3).

Setelah ditelusuri Tim patroli Cisadane Ranger Patrol (CRP), dengan cepat ditemukan bahwa limbah cair berwana putih itu berasal dari pabrik tahu yang terletak di samping jembatan Ashobirin Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Menurut Koordinator Cisadane Ranger Patrol, Mahmud Raatu Loly bahwa pabrik tahu tersebut acapkali ditemukan membuang limbah langsung ke Sungai Cisadane.

Lanjutnya, ”Pernah kami naik ke atas dan melihat langsung proses pembuatan dan pengelolaan limbahnya, ternyata pabrik tahu tersebut tidak memiliki tidak memiliki IPAL, ” ujarnya setelah melakukan penelusuran.

Dia pun menambahkan bahwa berdasarkan hasil investigasi dan pengumpulan informasi dari masyarakat sekitar, diketahui bahwa semua pabrik tahu yang berada di tepian Sungai Cisadane tidak memiliki IPAL. ketika ditanya apakah Pemkot Tangsel pernah melakukan penindakan terhadap pelanggaran lingkungan hidup ini, Loly menjawab bahwa semestinya kejadian pembuangan limbah tidak terjadi jika Pemkot Tangsel tegas.

”Jika Pemkot Tangsel melakukan tugas dan fungsinya dengan baik, dengan melakukan pengawasan dan penindakan, kami kira kejadian pencemaran Cisadane yang berulang kali ini tidak akan mungkin terjadi,”. tambahnya.

Berdasarkan hasil temuan tersebut, Loly berharap agar Pemkot Tangsel bertindak tegas dan proaktif untuk menangani persoalan pencemaran Sungai Cisadane tersebut.

”Kami minta Pemkot Tangsel untuk lebih proaktif dalam menangani persoalan pencemaran Sungai Sisadane dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, jika ini dibiarkan maka kami segera melakukan tindakan pelaporan ke pihak terkait,”. Pungkas Loly. (H3n)