Home / BUDAYA / UNIK / Cerita Unik Proses Pemungutan Suara Pilkada Serentak di Beberapa Daerah

Cerita Unik Proses Pemungutan Suara Pilkada Serentak di Beberapa Daerah

Arya Putra, SUARA TANGSEL — Hari Rabu, 9 Desember 2015 kemarin, merupakan hari bersejarah bagi warga yang berada di 269 daerah di Indonesia. Pasalnya, Pilkada yang dilakukan secara serentak tersebut baru pertama kali dilakukan di Indonesia, dan sudah pasti semua mata akan tertuju pada hasil penghitungan suara yang dilakuka pasca Pilkada tersebut, baik itu lewat quick count atau real count yang akan rampung sepekan kedepan.

Selain penghitungan suara ril (real count), ada beberapa cerita unik yang terjadi selama proses Pilkada yang berlangsung di beberapa daerah pada, Rabu (09/12) kemarin, diantaranya beberapa cara unik yang dilakukan Panitia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) demi menarik minat para pemilih, salah satunya seperti TPS yang dibuat di kuburan, berikut cerita unik yang suaratangsel.com rangkum pada pilkada yang berada di beberapa daerah dari berbagai sumber.

      1. TPS Wayang di Kota Sidoarjo

TPS Wayang

Gatot Kaca bertugas menjadi salah satu angota KPPS di TPS 19, Aloha, Kota Sidoarjo. Tentu yang dimaksud bukanlah tokoh wayang sakti berotot kawat dan bertulang besi yang terkenal itu. Di TPS ini, anggota KPPS-nya memang sepakat untuk mengenakan kostum tokoh wayang saat bertugas pada pilkada hari ini. Tujuannya agar suasana TPS menjadi lebih menarik dan warga masyarakat lebih bersemangat untuk menggunakan hak pilihnya.
 

      2. TPS Jazz di Kabupaten Malang, Jawa Timur

TPS kafe di Pilkada Malang

Jazz merupakan aliran musik bagi kalangan atas, tapi kini musik jazz bisa dinikmati siapa pun, seperti pemilih di TPS yang ada di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Apalagi TPS tersebut berlokasi di sebuah kafe yang berada di tengah kampung. Konsep ini ternyata mampu menarik para pemilih untuk datang ke TPS. Alunan musik jazz Jawa menambah suasana rileks dan membuat nyaman pemilih yang datang. Tidak hanya itu, para petugas KPPS pun mengenakan pakaian adat Jawa, konsep dan desainnya juga bernuansa tradisional.

      3. TPS Arja Cupak Gerantang di Badung, Bali

KPPS Pakai Riasan Arja Cupak Grantang

Sedikitnya, 120 dari 592 orang pemilih sudah menyesaki bale banjar atau TPS 8 Desa Penarungan, Mengwi, Badung, Bali untuk menggunakan hak pilihnya memilih Paslon Bupati/Wakil Bupati Badung periode 2016-2020. Dari 574 TPS di Badung, suasana TPS 8 Banjar Blungbang paling berbeda. Suasana adat dan budaya Bali sangat kental. Hal tersebut bukan hanya karena para pemilih mengenakan pakaian adat madya, tetapi juga didukung Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mengenakan seragam Arja Cupak Gerantang.

      4. TPS Kuburan di Kecamatan Imogiri, Bantul

TPS 03 Desa Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta malah didirikan di sebuah kompleks pemakaman. Di desa ini, petugas TPS memilih areal pemakaman desa setempat sebagai ajang pemungutan suara dalam gelaran Pilkada Bantul. TPS di desa ini memang tak benar-benar berada di antara batu nisan pemakaman. Petugas menggunakan bangsal makam yang biasa digunakan sebagai ruang penyimpanan keranda.

      5. TPS Pengantin di Kelurahan Pintu Batu, Kota Bengkulu

TPS berkonsep pernikahan.

TPS yang digunakan pemilih untuk mencoblos hanya disediakan tenda biru dan kursi seadanya. Tapi di TPS 1 Kelurahan Pintu Batu, Kota Bengkulu, ada sesuatu yang berbeda. Petugas KPPS mendirikan TPS berkonsep pesta pernikahan. Bahkan bagi pemilih yang akan mencoblos disiapkan kursi pengantin untuk duduk santai. Tidak mau kalah, panitia juga mengenakan pakaian adat Bengkulu saat melayani pemilih. Suasana kondangan ala adat Bengkulu ini bertujuan untuk menarik minat pemilih.

Itulah beberapa rangkuman Pilkada Unik yang diselenggarakan oleh beberapa daerah yang ada di Indonesia. (hnf)

Check Also

bayi kembar

Bayi Kembar Identik Lahir di Dua Tahun Berbeda

San Diego, SUARA TANGSEL  — Sepasang anak kembar di San Diego ini nampaknya tidak akan ...

suaratangsel.com