Beranda RESENSI JADWAL FILM

Brush With Danger, Film Hollywood Karya Anak Bangsa yang Masuk Nominasi Oscar

404

Jakarta, SUARA TANGSEL — Adalah dua bersaudara kakak-beradik dari Asia: Alicia Qiang (Livi Zheng) dan Ken Qiang (Ken Zheng), seorang pelukis dan petarung, yang menjadi imigran gelap di Amerika Serikat.

livi zheng
Livi Zheng (21cineplex.com)

Mereka menumpang kapal kargo yang mendarat di Seatle, Washington. Saat terlunta-lunta sebagai tuna wisma dan tuna karya di jalanan yang sama sekali asing, mereka terpaksa menjadi pengamen pelukis sket dan mempertontonkan jurus-jurus silat.

Tiba-tiba secara tidak sengaja muncul Justus Sullivan, seorang pemilik galeri seni melihat bakat seni Alice dan menampung mereka dengan agenda terselubung. Ia memaksa Alice untuk memalsukan sebuah lukisan klasik karya Van Gogh. Akibatnya dua bersaudara ini terlibat dalam dunia kriminal di Amerika yang penuh bahaya.

Film karya asli anak bangsa Indonesia yang dibuat dan sudah tayang di Hollywood, yaitu Brush With Danger (2014) akhirnya siap rilis di Indonesia. Ya, film arahan sutradara perempuan muda kelahiran Jawa Timur bernama Livi Zheng itu akan tayang secara serentak di tanah air mulai 26 November 2015. Selain menjadi sutradara, perempuan yang akrab disapa Livi itu juga menjadi aktor utamanya bersama sang adik, Ken Zheng yang juga asli Indonesia.

Menariknya, Brush With Danger (2014) sendiri juga sempat masuk dalam seleksi nominasi Oscar untuk kategori Best Picture di ajang Academy Award ke 87 beberapa waktu lalu. Dan dalam ajang tersebut Livi Zheng dikenal sebagai sutradara asal Indonesia, bukan Amerika Serikat. Jadi, secara tidak langsung dirinya telah membawa nama Indonesia di sana dan itu menjadi kebanggaan tersendiri untuknya.

Selain berhasil tayang di beberapa kota besar di Amerika Serikat, film ini juga telah didistribusikan ke negara-negara lain seperti Kanada dan Meksiko oleh distibutor dari Amerika Serikat. Sementara untuk penayangan di Indonesia, Livi mengaku meminta hak secara khusus untuk mendistribusikannya sendiri. Pasalnya, keinginannya untuk membawa filmnya ke tanah air semata-mata karena dorongan sebagai warga negara Indonesia.

“Saya bangga banget, karena di Amerika saya juga dikenalnya sebagai sutradara wanita Indonesia. Kalau untuk penayangan, filmnya udah diputar di Amerika akhir tahun lalu dan sudah didistribusikan ke beberapa negara lainnya, misalnya Kanada dan Meksiko. Jadi, untuk penayangan di dunia itu distributornya dari Amerika,” ujar Livi dalam acara ramah tamah dengan wartawan di Hotel NAM, Kemayoran, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu, Rabu (29/10) sore.

Kemudian ia melanjutkan, “Karena saya orang Indonesia, saya minta hak distribusi buat Indonesia saya yang pegang. Tapi, kalau yang lain ada distributornya dari Amerika. Karena saya warga negara Indonesia, saya pengen film saya tayang di Indonesia dan saya yang pegang distribusinya,” lanjutnya.

Untuk kedepannya, Livi mengungkapkan jika ia sudah menyelesaikan film keduanya dan akan tayang di Amerika Serikat serta Indonesia di tahun 2016 mendatang. Bahkan, dirinya juga tengah mempersiapkan film ketiga dan keempat. Menariknya, khusus film keempat, Livi mengaku akan melakukan syutingnya di Indonesia. Dirinya juga telah melakukan beberapa persiapan awal untuk mewujudkan rencananya tersebut.

“Sekarang saya udah selesai film kedua, udah selesai syuting, udah dalam proses editing, awal tahun depan akan tayang di Amerika dan setelah itu akan masuk Indonesia juga. Nah, sekarang kita lagi develop film ketiga. Rencananya, film keempat saya, saya bisa syuting di Indonesia. Sekarang upaya yang saya lakukan saya sudah mengajak stunt coordinator saya ke Indonesia, eksekutif produser saya sudah tiga kali ke Indonesia dan kameramen saya juga sudah tiga kali ke Indonesia,” ungkapnya.

“Saya pengen bikin film di Indonesia, co-production dengan Amerika. Jadi, kru-nya setengah dari Amerika, setengah dari Indonesia, aktornya juga begitu. Tapi, untuk film saya bisa dipasarkan di Amerika dan Indonesia, saya perlu point of view dari orang lokal Amerika juga. Maka dari itu, dari tahap awal banget, cari lokasi, cari cerita, saya sudah melibatkan kru inti saya dari Amerika,” jelasnya. (*/inet)