Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

BN Akan Gelar Diskusi Memburu Pengemplang Pajak

38
0
Koordinator Diskusi Barisan Nusantara, Yusdi Usman.
Koordinator Diskusi Barisan Nusantara,  Yusdi Usman.
Koordinator Diskusi Barisan Nusantara, Yusdi Usman.

Jakarta, SUARA TANGSEL – Peran Negara tampak semakin besar dalam dinamika perekonomian di berbagai belahan dunia, bahkan di Negara maju. Belanja Negara cenderung meningkat di tiap Negara, termasuk di Indonesia.

Dalam kasus Indonesia, kecenderungan peningkatan Belanja Negara tidak sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan penerimaannya, sehingga defisit anggaran menjadi semakin besar . Penerimaan perpajakan yang paling diandalkan justeru memperlihatkan beberapa gejala kurang baik.

Satu masalah yang cukup menonjol adalah soal tingkat kepatuhan pajak. Dari total Wajib Pajak 24,3 juta (2013) dan yang wajib menyampaikan SPT sebesar 17,7 juta, hanya 10,8 juta atau 60,1% yang menyampaikan SPT. Tunggakan atau hutang pajak sudah lebih dari Rp 70 triliun, dengan kecenderungan terus meningkat.

“ Khusus tunggakan pajak, dan pelakunya yang bisa saja disebut pengemplang pajak ini perlu dikelola secara lebih baik, yang jika perlu ada perlakuan khusus agar Negara tidak dirugikan. Dan yang lebih utama, menghentikan trend semakin besarnya pengemplangan pajak,” kata Koordinator Diskusi Barisan Nusantara,  Yusdi Usman.

Dalam siaran persnya, Diskusi dwimingguan Barisan Nusantara kali ini mencoba menganalisis anatomi pajak terutang, khususnya yang cenderung menjadi pengemplang. Oleh karena dimengerti bahwa tidak selalu hutang pajak adalah karena iktikad mengemplang, maka dicari solusi bagaimana menanganinya secara adil dan tidak merugikan perekonomian.

Diskusi yang akan diselenggakan pada hari Minggu, (28/12), pukul 15.00 – 18.00 di Hotel Sofyan Betawi, Cikini, Jakarta. Pembicara dalam diskusi ini Dr. Yustinus Prastowo (Ahli Perpajakan)dan Tamsil Linrung (Anggota DPR RI),”tandas Yusdi (gun)

Editor /Redaksi : Ridwan Saleh