Beranda TOPIK UTAMA

BMKG: Potensi Hujan Meningkat, Masyarakat Diminta Waspadai Longsor dan Banjir

235
Banjir Jalan Raya Aria Putra Serua Indah Ciputat

Ciputat, SUARA TANGSEL – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jadetabek  selama dua hari terakhir membuat sebagian dari wilayah ini terendam banjir.  Termasuk Kampung Bulak Kelurahan Pondok Kacang Timur Kecamatan Pondok Aren dan Kayu Gede di Kelurahan Paku Jaya Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel, Selasa (21/2).

Menurut perkirakan BMKG sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam puncak musim hujan sehingga peningkatan intensitas curah hujan masih terjadi.

“Potensi curah hujan tinggi pada periode bulan Februari ini,  dan akan meningkat dalam beberapa hari kedepan, khususnya di wilayah Banten, Jabodetabek dan  Jawa Barat serta beberapa wilayah lainnya di Indonesia,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, DR Yunus S Swarinoto, M.Si, dalam siaran persnya beberapa hari lalu, Senin (20/2).

Karena itu, Yunus meminta meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang dapat disertai angin kencang dan berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang maupun genangan.

Menurut Yunus, potensi hujan lebat harian dapat meningkatkan peluang terjadinya bencana Hidrometeorologi. Meskipun demikian, frekuensi hujan yang cenderung meningkat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lokal. Sedangkan secara umum sejak bulan Januari tidak terdapat fenomena cuaca global yang signifikan seperti Indian Ocean Dipole (IOD), seruak dingin, maupun gelombang tropis yang hampir seluruhnya dalam kondisi netral. Sehingga pada periode kali ini sangat perlu memperhatikan perkembangan dinamika cuaca lokal dan regional.

Lanjutnya, dari tinjauan kondisi atmosfer beberapa hari kedepan terdeteksi adanya aliran udara basah dari Samudera Hindia yang menyebabkan wilayah Sumatera bagian Selatan, Banten, Jawa Barat, dan Jabodetabek cenderung dalam kondisi yang cukup basah. Munculnya area perlambatan dan pertemuan angin mengakibatkan kondisi udara menjadi tidak stabil sehingga menyebabkan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan petir. Kondisi tersebut didukung dengan kuatnya monsun Asia yang menyebabkan batas wilayah udara basah terkonsentrasi di sekitar pesisir selatan Jawa.

“Suhu muka laut (SML) di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat tanggal 12-19 Februari 2017 berkisar antara 28 – 30 °C, dengan anomali SML 2 – 4 °C. Kondisi ini mengindikasikan suplai uap air sebagai pendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat dan Sumatera relatif tinggi. Nilai kelembaban relatif di wilayah Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua Barat pada lapisan 850 dan 700 mb umumnya bernilai > 70 %, menunjukan bahwa kondisi udara basah yang berpotensi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan cukup signifikan di wilayah tersebut,” jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG ini.

Terkait dengan hal tersebut, masyarakat diharapkan tetap mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang dapat disertai angin kencang dan berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang maupun genangan.  (ibnu)