Beranda PELAYANAN BP2T TANGSEL

Billboard Tak Berizin di Tegal Rotan Distikerisasi BP2T

197
Stiker Gabungan

Ciputat, SUARA TANGSEL – Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menertibkan billboard  atau papan reklame tidak berizin di Jalan Raya Tegal Rotan, Kelurahan Sawah Baru, Ciputat dengan cara stikerisasi, Senin (22/2).

Stikerisasi ini dilakukan sebagai tanda bahwa billboard atau papan reklame yang terpasang di lokasi tersebut tidak memiliki izin resmi.

Menurut informasi dari warga sekitar pengerjaan billboard itu diawasi langsung H Syuhada, salah seorang fungsionaris ormas di Tangerang Selatan,

” Ya.., rangka billboard ini pengerjaanya di bawah pengawasan H Syuhada, untuk info lebih lanjut, sebaiknya ditanyakan langsung saja kepadanya, “ ungkap warga yang tidak mau menyebutkan identitasnya ini.

Saat dikonfirmasi melalui BlackBerry Massenger, H Syuhada menjelaskan, bahwa benar papan reklame ukuran besar itu ada di bawah pengawasannya, namun ia menegaskan kalau billboard itu bukan miliknya, dia hanya diminta untuk mengawasi oleh seseorang yang disebutnya ‘Bos’ dari sebuah perusahaan yang namanya juga dirahasiakan.

“Billboard ini punya bos saya, rencananya saya mau pasang baliho Bamus Tangsel di billboard itu, izin sedang dalam proses, ” kata Syuhada via BlackBerry Massengernya.
Disayangkan, saat H Syuhada dikonfirmasi lebih lanjut tentang siapa pemilik perusahaan yang menugaskannya mengawasi pengerjaan billboard itu, H Syuhada langsung mendelcone kontak BlackBarry Massenger wartawan suaratangsel.com yang mewawancarai dirinya.

Ketua Umum Bamus Tangsel, Subari Martadinata saat dikonfirmasi terkait billboard yang katanya akan dimanfaatkan untuk memasang baliho Bamus Tangsel mengatakan, benar bahwa H Syuhada itu Ketua DPW Bamus Tangsel di Pondok Aren , dan terkait billboard dan baliho itu hanya H Syuhada yang tahu persis.

“Itu H Syuhada yang tahu, kemungkinan billboard itu punya bosnya tempat dimana dia bekerja, rencananya, kata dia foto saya mau dipasang berdampingan dengan Sekjen dan H Syuhada, karena itu dia minta foto saya, itu saja,” jelas Subari.

Lebih lanjut, Barry sapaan akrab Subari Martadinata mengatakan, “Saya perlu menegaskan kalau billboard itu bukan punya Bamus Tangsel, namun ada fungsionaris Bamus yang bekerja di perusahaan pemilik billboard itu memberi izin kepada Bamus untuk menggunakan billboard tersebut selama dua bulan ke depan secara gratis,  itu saja,” ungkap Barry.

Untuk memastikan status dan kepemilikan billboard tersebut, suaratangsel.com berhasil menghubungi Kasie Pengaduan dan Kesra BP2T Kota Tangerang Selatan, Topan menjelaskan bahwa terkait stikerisasi yang dilakukan pihaknya itu,  karena billboard tersebut tidak berizin, unsur normatifnya belum terpenuhi, sesuai aturan billboard itu harus distikerisasi.

“Kami langsung melakukian stikerisasi karena billboard itu tidak memiliki izin, dua minggu lalu kami juga melakukan stikerisasi terhadap billboard atau papan reklame yang izin tidak diperpanjang atau tidak berizin, namun saat dilakukan pengecekan ternyata stikernya sudah hilang, dan kami yakin ada yang dengan sengaja melepasnya,” pungkas Topan.

(Hendra)