Beranda SUARA BANTEN KOTA TANGSEL

Benyamin Davnie Tinjau Pembelajaran Tatap Muka Hari Pertama Tingkat SMP

601

Tangerang Selatan, SUARA TANGSEL – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada hari pertama, bertempat di SMPN 8 Tangsel, pada Senin (6/9).

Benyamin menjelaskan bahwa kebijakan pelaksanaan PTM ini diambil dari tingkat SMP dulu, baik itu negeri maupun swasta. Dimana yang bisa melakukannya adalah sekolah yang sudah mengisi Dapodik untuk kesiapan PTM Terbatas. Dimana ada 168 Sekolah yang bisa melakukan PTM Terbatas.

”Tadi saya liat di sini alhamdulillah semua perangkat infrastruktur untuk layanan kesehatannya sudah cukup bagus, bahwa jika dalam satu minggu perkembangan penanganan Covid-19 menunjukkan progres, maka direncanakan minggu depan akan berlangsung tatap muka untuk tingkat SD, TK dan PAUD,” ujar Walikota Tangsel.

Benyamin menambahkan bahwa dia bisa melihat antusias yang diberikan oleh siswa dalam menyambut PTM terbatas. Meskipun belum 100 persen, proses tatap muka ini tetap dilakukan secara berkualitas oleh murid dan guru.

Lebih lanjut, sambung Benyamin Davnie, untuk sekolah tatap muka ada catatan, bahwa anak-anak selain sudah di vaksin, mereka juga harus tetap menjaga prokes di dalam sekolah maupun di luar sekolah dengan tetap menggunakan masker.

Sementara dari apa yang ditinjau, Benyamin menyampaikan bahwa nanti, pihaknya akan melakukan evaluasi mengenai kegiatan PTM terbatas ini.

“Nanti kita liat perkembangan dalam 1 minggu kedepan, terlebih jika siswa siswi ini ada yang belum di vaksin bisa lakukan koordinasi dengan Puskesmas setempat untuk di vaksin. Namun untuk persentase vaksinasi siswa siswi di Tangsel sudah mencapai 90 Persen,” jelasnya.

Benyamin menjelaskan, sistem pembelajaran tatap muka yakni rombongan pelajar A masuk kelas dan rombongan B belajar online. Nanti di hari Rabu sekolah dibersihkan, dan Kamis sampai Jumat rombongan B masuk kelas, rombongan A online.

“Jadi mereka bergiliran, dan itupun hanya 4 jam maksimal pembelajaran yang diberikan,” ungkap Benyamin.

Sementara, Ketua DPRD Kota Tangsel, Abdul Rasyid menjelaskan bahwa pihaknya perlu memeriksa beberapa sekolah lainnya untuk memastikan implementasi kesesuaian sebagaimana yang sudah ditentukan. Sehingga nantinya bisa menjadi bahan evaluasi untuk mempertimbangkan lagi PTM Terbatas ini.

”Untuk sementara, saat ini dari apa yang ditinjau semuanya sesuai dengan ketentuan. Mulai dari fasilitas dan sistem pembagian kelasnya,” ujar Rasyid saat mendampingi Walikota Tangsel meninjau secara langsung PTM, bersama juga dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono. (Mdn)