Beranda TOP TANGSEL PEMKOT TANGSEL

Benyamin Davnie Optimis Pegawai Honorer di Tangsel Akan Dinaikan Statusnya

312

Tangerang Selatan, Suara Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie angkat bicara soal nasib 8000 pegawai honorer yang terancam berada di ujung tanduk. Terkait, Pemerintah Pusat yang akan melakukan penghapusan bagi pegawai honorer di lingkup pemerintahan.

Hal itu mengacu pada Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Di dalamnya disebutkan bahwa hanya ada dua jenis status Kepegawaian, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengaku belum mengetahui pasti terkait nasib pegawai honorer. “Saya belum dapat informasi yang pasti tentang honorer ini,” kata Benyamin Rabu (22/1/2020).

Ia mengatakan, sekitar 8.000 tenaga honorer di Tangsel, nantinya akan diarahkan untuk mengikuti pendaftaran seleksi administratif, agar dapat meningkatkan level kepegawaiannya. Karena itu, Benyamin optimistis pegawai honorer di Tangsel akan dinaikan statusnya menjadi PPPK.

“Tapi yang pasti nanti memang akan mengganti (honorer) menjadi PPPK. Bukan berarti honorer itu akan hilang, tidak,” katanya.

Terkait perubahan status tenaga honorer menjadi PPPK, Benyamin mengatakan, semua dapat dilakukan hanya oleh OPD yang menaunginya.

“Karena wali kota tidak boleh mengangkat pegawai honorer. Nggak boleh dengan keputusan wali kota ini nggak boleh, harus dengan kepala dinas,” ucapnya.

Jadi, kata dia, ribuan pegawai honorer itu akan tetap ada, dan akan bekerja di Pemerintahan Kota Tangerang Selatan.

“Jadi tetap ada, hanya status mereka bukan honorer lagi, tapi mereka jadi PPPK. Akan tetapi tinggal masalah jumlahnya. Berapa jumlah yang dialokasikan oleh Kementerian,” pungkasnya. (DN)