Beranda TOPIK UTAMA

Bentengi Anak Jalanan, SAAJA Gelar Lomba Poster Anti Narkoba

338
Lomba Poster Anti Narkoba yang digelar di Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA-PaRaM) Kuningan Sabtu (30/5)

Jakarta, SUARA TANGSEL — Dalam rangka ikut mensukseskan program rehabilitasi bagi 100 ribu pecandu narkoba yang dicanangkan pemerintah, Sekolah Alternative Anak Jalanan (SAAJA_PaRaM) kuningan, mengadakan lomba poster anti narkoba, sabtu (30/5). Lomba yang di dukung dan didanai oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) ini diikuti oleh 40 anak Jalanan yang berasal dari daerah klender, gasong, mangarai, menteng dalam jakarta selatan. Lomba Poster Anti Narkoba yang mengambil tema “Pengguna Narkoba lebih baik direhabilitasi daripada dipenjara “ dimaksudkan untuk meningkatnya pemahaman mengenai paradigma baru dalam penanganan penyalahguna narkoba di Indonesia. Juga pemahaman mengenai program program rehabilitasi yang diselenggarakan BNN, antara lain Assesmen, Institusi Penerima Wajib Lapor, Rehabilitasi rawat jalan dan lain lain.

Saat memberikan penyuluhan singkat mengenai bahaya narkoba sebagai pengantar Lomba Poster Anti Narkoba yang digelar di Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA-PaRaM) kuningan Sabtu (30/5), Ali Azhar SH, MSi menyatakan peran aktif masyarakat sangat penting dalam mengatasi masalah Narkoba.

“Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mengatasi masalah Narkoba ‘ ungkap Ali.

Di tempat yang sama Agus Supriyanto Koordinator Sekolah Alternative Anak Jalanan (SAAJA_PaRaM) kuningan menyampaikan harapan bahwa pemahaman tentang program rehabilitasi akan ditularkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Jika 1 peserta bisa menyebarkan pemahaman tersebut kepada 3 orang, maka akan ada 120 orang yang paham , dan mereka akan meneruskan hal serupa kepada orang lain lagi.

“Kami berharap pemahaman tentang program rehabilitasi dan paradigma baru dalam penangananan penyalahguna narkoba dapat lebih cepat menyebar di masyarakat” tutur Agus di sela-sela kegiatan lomba poster.

Agus mengamati masyarakat yang bermasalah dalam penyalahgunaan Narkoba terutama di komunitas mitra SAAJA-PaRaM sebenarnya sangat ingin terlepas dari masalah tersebut, namun masih takut untuk mencari pertolongan, karena kurang paham.

Selain itu, hasil dari lomba poster, yakni poster yang sudah dibingkai juga akan dipamerkan di SAAJA-PaRaM Kuningan. Orang- orang yang membaca poster tersebut juga akan mendapat informasi yang segar mengenai kebijakan dan program- program rehabilitasi, dan nantinya diharapkan mereka pun akan mengambil peranan untuk meneruskan dan mensukseskan program rehabilitasi pecandu narkoba .jika diasumsikan ada 2 orang yang membaca 1 poster, maka aka n ada 80 orang baru yang mengenal kebijakan dan program program terkait rehabilitasi.

Senada, Eka Suhadi salah seorang pegiat di yayasan KAKI Depok, Bogor, mengungkapkan banyak para penyalah guna narkoba atau keluarganya yang takut untuk meminta pertolongan.

“ Terus terang takut ditangkap mas” pungkas Eka.

Presiden Republik Indonesia telah menyampai kan bahwa Indonesia sudah sampai pada tahap darurat narkoba, hal ini segera di respon oleh Badan Narkotika Nasional yang meluncurkan program rehabilitasi bagi 100 ribu pecandu narkoba.program ini tidak bisa dikerjakan hanya oleh BNN dan instansi pemerintah terkait, perlu peran serta masyarakat , kemampuan dan kemauan komponen komponen masyarakat untuk mau memberdayakan diri, berperan aktif dan menjadi subyek adalah elemen besar dalam pencapaian sukses program nasional tersebut.[] ris/gun.

 

Editor/Redaktur : Ridwan Sekolah