Home / BUDAYA / BEJALU SILAT BETAWI TANGSEL, RAIH MEDALI 5 EMAS, 3 PERAK dan 2 PERUNGGU TINGKAT ASIA – EROPA

BEJALU SILAT BETAWI TANGSEL, RAIH MEDALI 5 EMAS, 3 PERAK dan 2 PERUNGGU TINGKAT ASIA – EROPA

CIPUTAT-Suara Tangsel,- Kejuaran Paku Bumi Open Cup V tingkat Asia-Eropa, Pertandingan yang diselengarakan oleh Perguruan Pencak Silat Pakubumi di Padepokan Voli Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/08) sampai Minggu (2/09) diramaikan 1.900 peserta Tingkat pelajar SD,SMP,SMA & DewasaTingkat Nasional Asia Dan Eropa.

Aam pendiri padepokan BEJALU ( Betawi Jaman Dulu )  mengisahkan awalnya mendirikan padepokan silat bejalu dirinya terinspirasi untuk melestarikan seni budaya silat betawi yang seharusnya bisa diwariskan kepada generasi muda, padepokan silat yang bertempat di jalan H.uprit pisangan ciputat Timur bisa dikatakan padepokan silat yang sangat sederhana dengan sarana dan prasarana  seadanya aam mengaku hanya bermodal “semangat dan doa”, dirinya yakin suatu saat padepokan silatnya akan melahirkan pemuda pemudi pewaris seni budaya silat betawi yang berprestasi.

Perjalanan panjang jatuh bangun yang dilaluinya dalam mendirikan sebuah padepokan silat merupakan perjuangan yang nyata, menurutnya hal yang paling sulit adalah bagaimana memberikan daya tarik atau minat generasi muda untuk serius belajar dan mendalami ilmu senibudaya pencak silat betawi ini, disisi lain kami harus terus berjuang ditengah era moderenisasi global seringkali senibudaya silat betawi ini menjadi hal yang dianggap kuno bagi sebagian gerasi muda, dari mulai lima orang hingga saat ini padepokan panjalu alhamdulillah  sudah memiliki puluhan anak didik dari tingkat SD,SMP, dan SMA ungkapnya.

Bermula dari iklan  media sosial dirinya mengetahui ada ivent pertandingan Kejuaran Paku Bumi Open Cup V tingkat Asia-Eropa yang dilaksanakan dibogor, aam memutuskan anak didiknya untuk mengikuti ivent tersebut yang digelar selama tiga hari di sentul bogor, lagi – lagi dirinya harus berpikir panjang karena untuk mengikuti ivent tersebut harus memiliki modal yang lumayan selain untuk membayar biaya pendaftaran dirinya juga harus memikirkan akomodasi anak-anak didiknya selama tiga hari mengikuti pertandingan disana, aam harus berfikir keras dan berupaya mencari dukungan serta sponsor untuk mewakili pesilat dari Kota Tangsel yang mengikuti perhelatan ivent Tingkat ASIA –EROPA tersebut, dirinya mengaku pernah meminta perhatian dan bantuan kepada pemerintah kota Tangerang Selatan  maupun IPSI Tangsel tapi harapan bantuan itu seolah tak pernah didengar hingga saat ini.

Walhasil aam harus meminjam sejumlah uang untuk memberangkatkan anak didiknya bertarung dalam ivent tersebut pertandingan dan perjuangan para anak-anak didiknya yang memakan waktu selama tiga hari jelas menguras energi mereka, muka-muka lelah, letih yang terpancar dari anak-anak didiknya membuat aam hanya mampu berdoa dan memberikan semangat untuk terus berjuang kepada para anak didiknya, sesekalipun aam melihat para lawan tandingnya dari indonesia maupun Manca Negara mereka mempunyai modal dan sponsor yang besar sehingga dapat menikmati fasilitas dan tempat yang enak untuk beristirahat  dan memelihara stamina serta psikologis para anak didik mereka, sekalipun dalam hatinya  kepedihan yang ia rasakan melihat anak-anak didiknya harus tidur didalam gor dan makan nasi bungkus seadanya ini adalah pengorbanan dan perjuangan yang nyata dan harus ia hadapi besama anak-anak didiknya.

Kepedihan dan kesedihan seakan mulai sirna kegembiraan sorak –sorai para anak didiknya menghiasai keceriaan wajah-wajah lusuh para petarung tangguh dari Kota Tangsel ini saat mereka berjuang bertarung dan berhasil memukul jatuh para lawan tandingnya yang berasal dari tingkat Nasional maupun Manca Negara, Aam baru kali ini merasakan kegembiraan yang mendalam inilah persaan yang paling bangga perjuangan dan perjalanan panjang bersama para anak didiknya tidaklah sia-sia  kegembiraan  serta ungkapan rasa syukur yang tak terhingga kepada ALLAH S.W.T karena padepokan Bejalu silat betawi tangsel, mampu membawa pulang dan meraih mendali 5 EMAS, 3 PERAK dan 2 PERUNGGU serta mengharumkan nama Kota Tangsel sebagai peraih Prestasi berpredikat baik didalam senibudaya dan olahraga yang disematkan langsung oleh DR.H. EDDIE MARZUKI NALAPRAYA

Prestasi anak-anak didik Padepokan Bejadu silat betawi disambut baik oleh Ketua HIPSI Tangsel, (Himpunan Pencinta Seni Budaya Indonesia) H. Irfan Santoso mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang telah diraih anak-anak didik Padepokan Bejadu silat betawi, prestasi ini merupakan bentuk nyata penghargaan yang mengharumkan nama Kota Tangsel  dan bisa dijadikan contoh  sebagai teladan yang baik bagi generasi muda, bahwa semangat kemauan dan kerja keras harus ditanamkan kepada generasi muda sebagai penerus dan pewaris budaya,  H. Irfan Santoso juga berharap  prestasi anak-anak ini mudah-mudahan  mendapatkan respon positif dari Walikota Tangerang Selatan (Red.***)

Check Also

Pesta Rakyat Serua Berlangsung Sangat Meriah

Bagikan melalui WhatsAppCiputat, SUARA TANGSEL – Pesta Rakyat Serua menyambut HUT Kota Tangsel ke-10 sekaligus ...

suaratangsel.com