Beranda SUARA BANTEN KOTA TANGERANG

Banksasuci: Tutup TPS Liar dan Lapak Pembakaran Limbah Ban di Bantaran Sungai Cirarab

1110

Tangerang, SUARA TANGESEL – Setelah sebelumnya memergoki Industri Pembuang Limbah, Cirarab Ranger Patrol ( CRP ) Banksasuci kembali menemukan sumber pencemar Sungai Cirarab lainya yaitu Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Liar dan Pengolah Limbah Ban yang diduga Ilegal atau tidak berizin.

Saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus menuturkan bahwa kedua lokasi tersebut berada persis di bantaran Sungai Cirarab.

“Kalau sampah di TPS itu pas diturunkan dari truk terus ditumpuk, sampahnya itu berjatuhan ke Sungai Cirarab, nah sampah-sampah yang terbawa arus nyangkutnya itu di Wastetrap kita, terus yang lapak pengolah limbah ban mereka bakar ban persis di bantaran jadi residunya itu berjatuhan ke Sungai,“ tuturnya, Sabtu, (23/01).

Menurut Ade, hasil penelusuran yang dilakukan CRP Banksasuci, bahwa sampah berton-ton yang diangkut truk tersebut diduga bersumber dari sebuah hotel dan Mall di wilayah Tangerang, sementara untuk hasil pengolahan limbah ban dibawa ke salah satu industri di bilangan Bitung.

“Informasi yang kami himpun begitu, sampanya diduga bersumber dari sebuah hotel dan Mall, dan ini sudah berlangsung cukup lama, kalau yang limbah ban hasil pengolahanya itu diduga dibawa ke salah satu industri dibilangan Bitung,” tambahnya.

Aktivis Lingkungan Hidup yang dikenal kritis tersebut, berharap aparatur terkait untuk segera melakukan penutupan dan memberikan sanksi kepada pengelola Tempat Pembuangan Sampah dan Lapak Pengolah Ban tersebut.

“Terkait sampah, kan sudah ada Perda Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan Lumpur Tinja, bahkan kalau mengacu pada UU Nomor 18 Tahun 2008 sanksi pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling sedikit Lima Milyar Rupiah, Kalau pencemaran Limbah Ban sanksinya tertuang di UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, jadi bila terbukti melanggar tinggal tindak saja lalu tutup secara Permanen,” ujar Kang Ade sapaan akrab Ade Yunus. (**)