Beranda TOP TANGSEL

Bahas Soal Inflasi, TPID Tangsel Gelar Rapat

382

Serpong, SUARA TANGSEL – Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus menerus dan saling berpengaruh maka itu Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar rapat TPID yang bertempat di Hotel Grand Serpong, Kota Tangerang.  Selasa (7/6).

Hadir dalam acara itu Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Kapolres Tangsel, perwakilan BI Provinsi  Banten, Tim TPID Provinsi Banten, beserta seluruh SKPD terkait di Tangsel.

Tema yang diangkat diangkat di dalam rapat TPID kali ini terkait dengan stabilisasi harga pangan yang ada di Tangerang Selatan, dan perkembangan inflasi triwulan kedua tahun 2016.

Menurut Wakil Walikota Benyamin Davnie, pentingnya rapat TPID ini dilakukan karena ada beberapa komoditi di pasar mengalami lonjakan harga, dengan adanya rapat ini diharapkan nantinya bisa ditanggulangi atau paling tidak diminimalisir.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang turut hadir menyampaikan bahwa persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, ada beberapa item bahan pokok mengalami kenaikan, diantaranya daging sapi, ayam potong, ayam broiler, dan telur. Hingga hari ini diantara bahan pokok itu harga daging masih mengalami kenaikan sebesar 20% dari harga normal.

Budiarto perwakilan BI Provinsi Banten menyampaikan, seluruh Kabupaten atau Kota sudah punya tim TPID. Di Provinsi Banten kondisinya terbilang stabil, inflasi di bulan Mei lebih disebabkan karena kebutuhan komoditas pangan naik jelang bulan suci Ramadhan, dibandingkan dengan bulan Desember yang perbandingannya sebesasr 0,43%. Sementara itu daerah penyumbang inflasi terbesar di Provinsi Banten ada di Kota Serang.

Menurut perwakilan BI terkait pengendalian inflasi adalah diperlukannya publikasi ke pihak media massa, karena sebetulnya komoditas pangan, tersedia, harga terjangkau, pendistribusian juga dekat, hanya karena  permainan mental di masyarakat saja oleh pihak media massa, yang membuat stabilitas inflasi terkoreksi. Oleh karena itu publikasi ke pihak media harus juga dilakukan agar masyarakat tahu akan perkembangan harga pokok khususnya dalam bulan suci Ramadhan ini.

Sedangkan, langkah yang perlu diambil kepolisian adalah memperhatikan kondisi sekitar supaya jangan ada gejolak masyarakat di wilayah Tangsel, langkah yang ditempuh kepolisian adalah memonitor pendistribusian daging dari rumah pemotongan sampai ke pasar.

Sementara itu,  Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany juga menyampaikan bahwa sesuai dengan instruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjhajo Kumolo bahwa setiap kepala daerah harus memperhatikan sejumlah hal terkait kebutuhan pasokan pangan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Selain itu percepat distribusi barang khususnya kebutuhan pokok masyarakat.

Airin juga mengatakan, kita harus memantau perkembangan harga harian secara intensif di pasar dan bila terjadi kenaikan harga yang di luar kewajaran, mengambil langkah kordinatif untuk menstabillkan harga.

“Pastikan juga keamanan dan kelancaran distribusi barang di daerah masing-masing seperti pasar tumpah, kerusakan jalan, dan hambatan lain yang menganggu kelancaran distribusi regional atau nasional dan carikan solusinya bila ada masalah tersebut,” kata Airin.

Awasi stok barang kebutuhan pokok yang dimiliki pedagang harian guna mengetahui perkiraan kebutuhan stok harian barang kebutuhan pokok di pasar. Selain pantauan tersebut, ia juga meminta agar jalin kordinasi dengan instansi daerah. “Pastikan pelaku usaha tidak menaikan harga secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi dengan melakukan pengawasan terpadu bersama-sama,” ucap dia.

Karena itu, Walikota Airin berharap agar para kepala SKPD terkait sudah menjalankan apa yang sudah direncanakan dan apa yang sudah dirapatkan beberapa waktu lalu. Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari pola konsumsi berlebihan yang berakibat pada adanya penimbunan bahan baku.

(Ris/Humas Tangsel)