Beranda PILKADA 2017

Arsyid : ” Tangsel Memerlukan Seorang Pemimpin ‘Diktator’ dalam Menegakkan Aturan”

140

Serpong, SUARA TANGSEL – Bakal Calon Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Drs. H Arsyid, MSi yang hadir dalam acara fit and proper test yang diadakan DPD PAN Kota Tangsel, pada Sabtu (02/05).  Menyampaikan bahwa, Tangsel memerlukan seorang pemimpin yang “diktator” dalam menegakkan aturan.

“Kata “diktator” disini jangan disalah artikan. “Diktator” yang dimaksudah adalah keberanian dan ketegasan dalam membenahi semua kesemerautan yang ada di Tangsel. Seorang peminpin itu  juga harus berani dalam mengambil keputusan,” kata Arsyid.

Ia pun menegaskan bahwa, untuk mewujudkan keteraturan dalam pemerintahan dibutuhkan pengawansan yang intensif atau waskat tanpa pengawasan yang intersif dan penegakkan aturan keteratun tidak akan mungkin tercapai. “Yang melanggar harus ditindak,” tegasnya.

Sementara itu, ketika ditanya oleh panitia fit and proper test terkait dengan bagaimana cara meningkatkan APBD Kota Tangsel, Arsyid pun menjelasakan, bahwa peningkatan APBD dapat dicapai dengan cara menggali potensi pajak daerah yang diperoleh dari  pajak perhotelan, reklame, hiburan dan juga pajak bumi bangunan (PBB), ditambah dengan pajak restoran, karena Tangsel bukan lah kota yang memiliki potensi wisata alam seperti daerah lain, Tangsel kaya akan wisata kuliner,” jelasnya.

“Penarikan pajak tidak bisa dilakukan dengan cara membabi buta, semuanya harus dikaji lebih dulu, rakyat tidak bisa dibebani dengan pajak dengan alasan yang tidak jelas, ” kata Arsyid.

Selanjutnya ketika ia ditanya oleh Ketua DPD PAN kota Tangsel tentang sejarah makam seribu pahlawan atau peristiwa lengkong serpong. Arsyid pun menjelaskan bahwa makna dari sejarah lengkong adalah bagaimana putra daerah mempunyai kewajiban mempertahankan tanah jengkal demi jengkal,  dan menghargai para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan tanah airnya, sebagaimana para pahlawan lengkong mempertahankan tanahnya.[] hjr4

 

Editor/Redaktur : Hendra Jaya/Ridwan Saleh