Home / BISNIS / Apple Inc Berencana Bangun Pabriknya di Indonesia

Apple Inc Berencana Bangun Pabriknya di Indonesia

Jakarta, SUARA TANGSEL — Perusahaan teknologi Apple Inc menggelar pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Dalam pertemuan tersebut manajemen Apple mengungkapkan kepada pemerintah Indonesia untuk merencanakan pembangunan industri software dan hardware di Indonesia.

Namun, Rudiantara menyatakan dalam pembicaraan tersebut belum dibahas secara serius rencana investasi Apple di Indonesia.

“Apple melihat pasar di Indonesia cukup baik, karena itu mereka berencana mendirikan pabrik di Indonesia. Tetapi belum dibahas secara detil,” ujar Rudiantara, Selasa (13/10).

Menurut mantan Direktur Keuangan PT PLN (Persero) tersebut, pada umumnya perusahaan teknologi di dunia selalu mendirikan pusat produksi di beberapa negara untuk memenuhi permintaan di setiap regional dunia. Ia memastikan pemerintah akan berupaya merealisasikan rencana investasi Apple dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan perusahaan Amerika Serikat tersebut.

Rudiantara menyebut perusahaan Korea Selatan, Samsung justru memiliki pabrik di Vietnam. Lantasan pemerintah Vietnam menyediakan fasilitas yang mereka butuhkan. Hasil produksi tersebut terlihat banyak tersebar di Asean, termasuk Indonesia.

“Nah, sekarang bagaimana kita bisa memenangkan itu. Jangan hanya jadi pasar saja,” kata Rudiantara.

Sementara Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Surya Wirawan menyatakan pemerintah telah memiliki peta jalan (road map) industri teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK). Hal tersebut menjadi salah satu pertanyaan Apple kepada pemerintah.

“Yang penting Apple harus investasi dulu. Tidak usah bicara tingkat kandungan dalam negeri dulu, tetapi investasi diarahkan pada berapa besar bisnis dan lapangan kerja yang akan diciptakan di Indonesia,” kata Putu.

Sejak 2000 silam, lanjut Putu, Indonesia dihadapkan pada Information Technology agreement di mana seluruh barang hardware tidak boleh dikenai tarif. Di sisi ini, pemerintah berusaha mencari cara untuk mengembangkan industri software di Indonesia.

Cara pertama, kata Putu, adalah dengan membuat kerjasama dengan perusahaan besar. Dia menyebutnya Regional ICT Centre for Excelent (RICE). Dengan begitu diharapkan ada perusahaan besar yang memiliki nama baik dunia akan melakukan kerjasama strategis dengan pemerintah Indonesia.

“Tanpa itu pihak kita akan sulit untuk bersaing di pasar global,” ujar Putu.

Cara kedua, lanjutnya, melalui program Incubator Business Centre (IBC) yang berada di sejumlah perguruan tinggi. Program ini ditujukan bagi para lulusan perguruan tinggi yang memiliki kreativitas tinggi dan ingin menjadi wirausahawan.

“Itu yang kami sampaikan tadi. Mereka bilang akan mempelajarinya, dan akan masuk di jalur yang mana,” kata Putu.

Namun Putu sendiri berharap Apple masuk melalui jalur pertama. Kehadiran Apple di Indonesia diharapkan sebagai perusahaan besar yang akan menjadi mitra strategis dari industri software di negara ini.

“Sehingga industri software kita bisa ikut ke tarik ke dunia internasional,” katanya.

Bukan tidak mungkin, ke depan jalur ini akan dijadikan model untuk investasi dengan yang lain, seperti Microsoft, BlackBerry, Google.

“Itu kan industri besar yang sudah punya nama di dunia tapi kita hanya bisa melihatnya di dunia maya. Tanpa tahu kantornya di mana dan tidak tahu investasi mereka di sini apa,” ujar Putu.

Namun pada dasarnya, kata Putu, Apple tidak hanya ingin membangun industri di bidang software. Kalau memungkinkan dan pasarnya besar, lanjutnya, Apple juga akan membangun industri di bidang hardware.

“Tapi memang kelihatannya Apple akan mulai dari software,” kata Putu.

Nilai investasi untuk membangun industri di bidang software, menurut Putu, dinilai dari seberapa besar kreativitas yang akan dibangun. Sebab baginya, ini adalah bisnis kreativitas.

“Ada yang investasi kecil tapi menghasilkan software yang begitu brilian sehingga menghasilkan uang begitu banyak, bisnis dan lapangan kerja yang begitu banyak,” tandasnya.

Putu menilai software sebagai sebuah solusi. Software menciptakan solusi sesuai dengan waktu, tempat dan harganya. “Anak-anak Indonesia punya potensi di situ. Kita akan mencari alat hitung dan alat ukurnya,” katanya.(*bes/cnn)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Check Also

Bisnis Update

Inilah 20 Merek Besar Peraih Digital Popular Brand Award 2017

Jakarta, SUARA TANGSEL – Konsisten berinovasi dan mulai adaptif terhadap tren perilaku konsumen yang serba ...

suaratangsel.com