Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Anies Baswedan: Saya Ingin Lihat Kurikulum di Hilirnya, di Sekolah dan Kelas

273
Anies Baswedan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, melakukan tinjauan lapangan ke SMA 87, Rempoa, Jakarta untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum 2013.
Anies Baswedan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, melakukan tinjauan lapangan ke SMA 87, Rempoa, Jakarta untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum 2013.
Anies Baswedan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, melakukan tinjauan lapangan ke SMA 87, Rempoa, Jakarta untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum 2013.

Jakarta, SUARA TANGSEL.COM-  Anies Baswedan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, melakukan tinjauan lapangan ke SMA 87, Rempoa, Jakarta untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum 2013. Anies melakukan lawatan ke sekolah tersebut setelah menerima masukan via email mengenai kurikulum 2013 oleh lima orang murid di SMA tersebut.

“Selama beberapa waktu ini saya lihat, saya pantau lebih dekat konsep kurikulum 2013. Sifatnya selama ini melihat dari dalam. Sekarang saya ingin melihat hilirnya. Hilirnya di mana? Di sekolah dan di kelas,” papar Anies mengenai alasannya melakukan tinjauan ke sekolah. Bagi Anies hilir dari pendidikan tersebut amat penting karena kuncinya ada di sana. “Sekolah dan kelas itu menjadi kunci,” ungkap Anies Baswedan di SMA 87, Rempoa, Jakarta. Rabu (12/11).

Mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut menambahkan bahwa kurikulum 2013 adalah salah satu fokus ribuan masukan yang ia terima. “Salah satu hal yang penting untuk segera dilihat adalah kurikulum. Karena saya sejak dilantik jadi menteri menerima ribuan sms, salah satu tema yang dikeluhkan adalah soal kurikulum,” ujar Anies. “Nah, sekarang kita tanya pada siswanya dan gurunya. Ini ngobrol awal terlebih dahulu, nanti akan kita buat tim independen untuk membuat review atas konsep dan pelaksanaan kurikulum,” tambah Anies.

Kita Akan Buat Tim Independen untuk Mereview Kurikulum 2013

Dalam kesempatan itu Anies menerangkan  kajian mengenai kurikulum di tingkat hulu, maka salah satu menteri termuda di Kabinet Kerja tersebut mendengarkan pelaksanaan kurikulum di hilir yakni di kelas. Anies melakukan tinjauan langsung ke SMA 87, Rempoa, Jakarta dan mendengarkan langsung masukan dari lima orang murid mengenai kurikulum.

Mendengarkan pelaksanaan kurikulum di hilir yakni di kelas. Anies melakukan tinjauan langsung ke SMA 87, Rempoa, Jakarta dan mendengarkan langsung masukan dari lima orang murid mengenai kurikulum.
Mendengarkan pelaksanaan kurikulum di hilir yakni di kelas. Anies melakukan tinjauan langsung ke SMA 87, Rempoa, Jakarta dan mendengarkan langsung masukan dari lima orang murid mengenai kurikulum.

Pasca mendengarkan pemaparan dari murid SMA tersebut Anies mengungkapkan akan melakukan review pada konsep dan pelaksanaan kurikulum 2013. “Nanti kita akan buat tim independen untuk membuat review atas konsep dan pelaksanaan kurikulum 2013,” buka Anies saat selesai mendengarkan pemaparan siswa dan masukan dari guru. “Jangan dilihat bahwa ganti menteri akan ganti kurikulum, bukan itu. Yang ingin kita kerjakan adalah menyempurnakan kurikulum,” tambanya.

Bagi Anies masalah kurikulum ini jangan sampai memberatkan siswa dan guru yang merupakan pengguna langsung kurikulum tersebut. “Kita harus melakukan kebijakan yang tidak merugikan ke depan. Termasuk ketika kita membuat kurikulum, jangan membuat kurikulum yang membuat repot semuanya,” paparnya.

Dalam pemaparan oleh lima orang siswa SMA 87 yang terdiri dari Ahmad Dhiya, Dinda Putri, Imaduddin Irza, Nadhif Rafifaiz, dan Parardhya Amaraputri, ditekankan bahwa kurikulum 2013 dirasa memberatkan siswa. “Ada 16 pelajaran dan beban berat sekali. Kami senang Pak Anies mau mendengarkan langsung keluhan kami, semoga ada perbaikan dengan kurikulum,” ujar Dinda mewakili teman-temannya.

Menanggapi masukan dari para siswa tersebut, Anies sangat mengapresiasinya. “Lihat anak-anak tadi, luar biasa kan yang mereka sampaikan. Kita ingin membawa perspektif mendengarkan masukan ini ke depan. Pendidikan ini tanggungjawab semua, pendidikan harus jadi gerakan semesta di mana setiap orang dapat terlibat aktif untuk mengembangkannya. Jadi saya ingin mereview kurikulum dalam rangka menyempurnakan dan memperbaiki agar anak-anak bisa belajar dengan mudah,” tutup Anies.  (gun)