Beranda TOP TANGSEL PEMKOT TANGSEL

Airin Minta Kepala SMA se-Tangsel Imbau Siswanya Tidak Ikut Ajakan Demo

240
0

Ciputat, SUARA TANGSEL –  Turut sertanya siswa SMA dalam aksi demo penolakan RUU KUHP di Jakarta pada Rabu (25/9/2019) ternyata telah membuat sejumlah kepala daerah angkat bicara soal aksi tersebut. Salah satunya adalah Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  Airin Rachmi Diany.

Melalui Kepala SMA atau sederajat yang dikumpulkan dalam di Puspemkot Tangsel pada Kamis (26/9/2019. Airin meminta seluruh kepala SMA atau sederajat untuk mengimbau siswanya untuk tidak turun ke jalan dan berpartisipasi pada ajakan demo yang beredar luas melalui sosial media.

Menurut Airin, sebagian besar siswa SMA atau sederajat yang ikut dalam demo tersebut tidak mengetahui isu yang sedang dibahas oleh mahasiswa yang menolak RUU KUHP. Ada sebagian siswa yang memang menganggap isu lain yang sedang dibahas.

”Kemarin beredar di media sosial. Kalau mereka itu menolak adanya perpindahan Ibu Kota. Padahal kan mahasiswa sedang demo penolakan RUU KUHP,” kata Airin dalam forum silaturahim seluruh Kepala SMA dan sederajat se-Tangsel.

Meskipun tanggung jawab SMA dan SMK sudah menjadi kewenangan provinsi, Airin tetap memberikan perhatian besar. Apalagi mengingat bahwa sebagian besar siswa SMA dan SMK merupakan warga Tangsel. sehingga dia mengimbau agar kepala sekolah pun memberikan perhatian yang besar terhadap siswanya.

”Mereka ini generasi penerus. Jadi, harus diperhatikan. Ini anak-anak kita, belum mengerti apa-apa, masa depannya masih sangat panjang,” kata Airin.

Melalui forum itu, ibu dua anak ini pun berharap tingkat kesadaran serta perhatian itu bisa terus meningkat. Demi mewujudkan generasi yang lebih baik dan bisa membantu pemerintah dalam melakukan percepatan proses pembangunan daerah.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel,Taryono melakukan kerjasama bersama pihak berwajib untuk ikut mencegah terjadinya pergesekan antar siswa yang dikhawatirkan terjadi. Apalagi, saat ini pergesekan juga terus terjadi dikarenakan adanya ujaran kebencian yang dilakukan di media sosial.

”Jadi bentuk pengawasan akan kita lakukan. Siswa manapun yang bersekolah di Tangsel akan tetap diberikan pengawasan yang sama. Pergesekkan tidak perlu terjadi. Sementara kita akan fokus memberikan edukasi karakter. Supaya mereka menjadi sumber daya manusia yang berkualitas seperti apa yang kita harapkan,” kata Taryono.(ST)