Beranda NASIONAL Airin: Kota Kreatif Merupakan Suatu Keniscayaan

Airin: Kota Kreatif Merupakan Suatu Keniscayaan

156
0

Ternate, SUARA TANGSEL  – Ketua Asosiasi Pemerintah Kota se Indonesia (APEKSI), dan Wali Kota Tangeran Selatan (Tangsel)  Airin Rachmi Diany menyampaikan bahwa kota kreatif merupakan keniscayaan bagi masa depan Indonesia. Hal ini disampaikan Airin dalam acara diskusi panel Creative Cities Conference (CCC) 2019 di Ternate, Rabu (4/9).

Airin yang tampil pada diskusi panel sesi pertama CCC 2019, dengan topik “Sharing Pemimpin Daerah Kreatif” bersama Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, dan Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah juga menyampaikan bahwa semua kota anggota APEKSI sudah menjadikan kota kreatif sebagai program utama pembanguna di wilayah masing-masing.

“Semua kota anggota APEKSI sudah menjadikan kota kreatif, khususnya ekonomi kreatif sebagai program utama,” kata Airin.

Lanjut Airin, para wali kota dan bupati yang tampil pada CCC 2019 ini semuanya  memasukkan kegiatan ekonomi kreatif dalam visi dan misinya. “Ekonomi kreatif menjadi inti dan andalan dari semua kota yang ada di Indonesia,”jelasnya.

Sementara itu, M Rudy Salahudin selaku Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif Menko Perekonomian menyebut, ekonomi kreatif kini memberi kontribusi sebesar 13,77 persen terhadap ekspor nasional dan 7,44 persen pada PDB Indonesia. “Pertumbuhan dan peran ekonomi kreatif terus meningkat,” kata M Rudy Salahudin.

Indonesia sedang mengalami bonus demografi. Yakni lebih dari 60 persen penduduknya berusia produktif. Sepuluh tahun mendatang, lebih dari 70 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan.

“(Kebutuhan) kota-kota kreatif menjadi tumpuan untuk memanfaatkan bonus demografi sekaligus memberi kesejahteraan bagi 70 persen penduduk Indonesia,” kata Ketua Umum ICCN Tubagus Fiki Satari saat menyampaikan pengantar CCC dan Indonesia Cities Creative Network Festival (ICCNF) 2019.

Menurutnya, kota kreatif mencakup pengembangan kota yang memuliakan kreativitas, inovasi, inklusif, berkesinambungan, transparan, adil, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan yang relatif merata. (ST)