Beranda TOPIK UTAMA NASIONAL

Ahmad Zamakhsyari: Konflik Palestina-Israel Sudah Ada dari Era Nabi

922

Jakarta, SUARA TANGSEL– Ketegangan antara Palestina-Israel kembali memanas sejak Ramadhan 1442 H lalu hingga kini. Beragam faktor melatarbelakangi ketegangan itu, termasuk di antaranya rencana pengusiran puluhan warga Palestina di kawasan Sheikh Jarrah.

Situasi kemudian semakin menegangkan setelah kelompok milisi Palestina Hamas menghujani wilayah Israel dengan rudal-rudal. Meski tidak banyak menimbulkan kerusakan dan korban, Israel membalas serangan itu dengan melakukan operasi militer di sejumlah wilayah. Hasilnya, ratusan warga Palestina meninggal dunia dan ribuan lainnya luka-luka.

Hal ini memicu kalangan elit politik dari berbagai Negara lain dan bahkan para tokoh Agama ikut mengomentari atas tragedi Palestina-Israel yang sampai saat ini masih belum juga usai, salah satunya datang dari tokoh Muslim Karawang H. Ahmad Zamakhsyari atau akrab disapa Kang Jimmy dalam keterangannya menyampaikan, bahwa konflik Palestina Israel sudah ada dari mulai eranya nabi Ibrahim, nabi Yakub, nabi Musa, nabi Sulaiman, nabi Isa sampai sekarang.

“Konflik keduanya bukan semata-mata persoalan agama Yahudi dan Islam,” ujar Kang Jimmy, Senin (17/5/2021).

Tetapi lebih dari itu, konflik ini murni rebutan tanah yang di janjikan, kita semua paham dan meyakini kalimat Quran bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho terhadap akidah Islam.

“Kajian ini sangat mendasar, mengingat ternyata banyak orang yang beragama Yahudi (warga negara israel) merindukan adanya perdamaian antara Palestina dan Israel, disamping adanya titik nadzir kejenuhan hati kecil mereka merindukan kedamaian,” sambungnya.

Lebih lanjut Kang Jimmy mengutarakan, sebagai orang yang beragama, karena israel punya agama bukan negara Atheis seperti China, Korea utara, Uni Soviet, Kuba, dan Vietnam, karena itulah dunia butuh sosok Almarhum. KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Gus Dur memiliki pola pikir perdamaian multi dimensi, ada keserakahan di jiwa orang Yahudi yang tetap menginginkan Palestina menjadi bagian dari yerussalem secara utuh.

“Ada kekuatan kapitalis pasar modal yang di kuasai oleh George Soros yang asli keturunan Yahudi serta ada kekuatan blok barat yang selalu bersama Israel karena itu Gus Dur menjadi sosok pemberani masuk dalam barisan simonperes foundation atau yayasan simonperes,” tukasnya.

“Ya ya ya, berjuang membantu Palestina tidak selesai dengan merangkai doa dan kata-kata, apalagi hanya sebatas menyimpannya di media sosial yang hanya menjadikan derita muslim Palestina sebagai bahan eksploitasi untuk meraih simpati netizen, kita butuh gerakan konkrit para pemilik kebijakan bangsa ini untuk satu langkah lebih maju dari apa yang sudah dilakukan oleh hadrothu syekh Gus Dur, semoga Allah ta’ala memberikan keberanian kepada tokoh bangsa ini untuk masuk di jantungnya PBB,” pungkas Kang Jimmy. */Fahmy