Beranda BUDAYA LIFESTYLE & ARTIS

Ahmad Hajaji, Siang Jadi Polisi Malam Jadi Guru Ngaji

724
ahmad-hajaji-1
ahmad-hajaji
Ahmad Hajaji sedang mengajar ngaji (baca Al-Qur’an) anak-anak di Mushollah darurat, Perumahan Mustika Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

Tangerang, SUARA TANGSEL –  Ahmad Hajaji (48), bapak tiga orang anak ini sehari-hari bekerja sebagai anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resos (Polres) Kota Tangerang berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Hajaji menjadi anggota Polisi sejak tahun 1992 berpangkat Sersan Dua Polisi dan pada tahun 2014 mendapatkan kesempatan mengikuti Pendidikan Alih Golongan di SPN Polda Metro Jaya Lido dan lulus dengan pangkat Ipda, kemudian di tahun yang sama bergabung dengan Satlantas Polres Kota Tangerang dan menjabat sebagai kepala Sub Unit 2 Patroli.

Selepas tugas sebagai petugas polisi, Ahmad Hajaji berubah profesi menjadi seorang guru mengaji (guru baca Al- Qur’an) untuk anak anak di sekitar rumahnya di Perumahan Mustika Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini sudah ia dilakukan selama 2 (dua) bulan, dan yang menjadi latar belakang ia menjadi guru mengaji dikarenakan belum adanya guru mengaji di perumahan tempat tinggalnya itu.

“Belum ada guru mengaji di sini khususnya di blok A tempat saya tinggal, jadi saya memberanikan diri untuk mengajar anak-anak di sini dan alhamdulillah ternyata anak anak disini antusias,” ungkap pria yang sudah 24 (dua puluh empat) tahun mengabdi menjadi anggota Polri tersebut sambil menunjukan tempat ia mengajar anak-anak membaca Al- Quran yang ternyata adalah sebuah mushola darurat hasil gotong royong warga sekitar dikarenakan belum adanya mushola atau tempat ibadah di lingkungan tersebut.

Anak anak yang ikut mengaji memang tidak banyak, paling banyak 7 (tujuh) orang dan rata rata usia sekolah dasar, “Ya hanya anak anak blok A saja yang baru ikut tapi kalau ada anak dari blok lain mau ikut mengaji saya lebih senang lagi,” tambahnya.

Tidak setiap hari ia mengajar mengaji, jika memang ia lagi tugas sampai malam berarti kegiatan mengaji diliburkan, tetapi jika waktunya masih sempat dan anak-anak masih ada di mushola tersebut ia langsung pergi ke mushola tanpa menggati pakaian dinasnya karena takut anak- anak keburu pulang ke rumah.

Saat ditanya mau sampai kapan mengajar mengaji untuk anak-anak di komplek peruman tempat tinggalnya tersebut, Ipda Ahmad Hajaji mengatakan bahwa selama ia masih mampu mengajar anak- anak mengaji, ia akan terus mengajar agar anak-anak memilki bekal ilmu agama sejak dini dan tanpa meminta imbalan sedikitpun kepada anak anak.

Semoga kisah Ipda Ahmad Hajaji, anggota Satlantas Polres Kota Tangerang tersebut  dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya bagi umat muslim dalam mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, sebagaimana sabda Rasullah Salallahu alaihi wassalam, “Sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

(Ibnu/instagram lantastngkab)