Beranda SUARA BANTEN KOTA TANGSEL

Ada Cinta dan Dakwah di Hari Kartini

958
Jama'ah Pengajian Darul Jannah, Lereng, Pondok Cabe, Tangerang Selatan

Lereng, Pondok Cabe, SUARA TANGSEL Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April oleh bangsa Indonesia merupakan tonggak sejarah lahirnya gerakan perempuan Indonesia yang dimotori Raden Adjeng Kartini.

Momentum peringatan Hari Kartini, pada Selasa, (21/04) dimanfa’atkan Kinkin Mulyati, da’iyah dan penulis novel “Ada Cinta di Tumaritis” sebagai ajang untuk memperkenalkan karya sastranya dalam bentuk novel kepada jama’ah pengajian Darul Jannah, di Masjid al-Ihsan, Perumahan Lereng Indah, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Menurut Kinkin, novel karyanya yang diterbitkan oleh penerbit UmmaCom Press ini merupakan sebuah karya sastra yang terlahir dari rasa keprihatinannya terhadap kondisi sosial kemasyarakatan yang mulai permisif terhadap nilai dan budaya western yang bertolak belakang dengan nilai, budaya serta agama yang dianut oleh bangsa Indonesia.

Karena itu, ia merasa terpanggil untuk berdakwah melalui media tulis dalam bentuk novel. Rasa kekhawatirannya terhadap pergaulan muda mudi di zaman sekarang ini, menggerakkannya untuk menulis novel bertemakan cinta tapi dikemas dalam bentuk religius, yang banyak menyelipkan pesan-pesan agama, pesan moral dan kritik sosial dalam setiap dialog dari para tokohnya.

Sementara itu, menurut, Yunita Sigit, salah seorang anggota pengajian Darul Jannah, dakwah lewat karya sastra dalam bentuk novel yang dilakukan Kinkin Mulyati adalah cara lain dari dakwah yang dilakukan da’iyah muda ini kepada para mustami’nya. “Selama ini kami hanya mendengarkan tausiyahnya secara verbal, namun kali ini kami bisa mendapatkan sesuatu yang lain dari Ustadzah Kinkin,” katanya.

“Meski usianya jauh lebih muda di bawah kami (Jama’ah Pengajian Darul Jannah), tapi kemampuan dan kedalaman ilmu yang dimiliki Ustadzah dalam bidang agama jauh di atas kami, dan dalam memberikan pelajarannya beliau pun mengajar dengan penuh kesabaran,” ungkap Yunita.

Yunita pun berpendapat bahwa novel Ada Cinta di Tumaritis ini, bertemakan cinta, namun ceritanya beretika islami, tetap dalam jalur agama atau akidah.

Ia pun menambahkan bahwa apa yang dilakukan Ustadzah Kinkin merupakan salah satu contoh bahwa apa yang diperjuangkan Kartini telah menginspirasi setiap kaum hawa atau perempuan Indonesia untuk berkarya di segala bidang, seperti menjadi dokter, perawat, penulis dan profesi lainnya, jelas Yunita yang juga berprofesi sebagai seorang bidan ini.

Selanjutnya, menurut keterangan Yunita, pengajian kaum Ibu, Darul Jannah yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun ini, juga merupakan salah satu bentuk atau upaya dari kaum perempuan di Komplek Lereng Indah untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai keislaman.

“Kami ingin mendapatkan pencerahan dalam bidang keagamaan atau ajaran Islam dengan cara ma’ruf, penuh cinta dan kedamaian, sesuai dengan isi ajaran Islam yang mengajarkan tentang keselamatan dan kedamaian,” pungkas Yunita. [] One

 

Editor/Redaktur : Anwar HM