Beranda HUKUM & PERISTIWA

750 miliar Faktur Pajak Fiktif, DJP Bakal Periksa WP Banten

37
0
750 miliar Faktur Pajak Fiktif, DJP Bakal Periksa WP Banten

Jakarta, SUARA TANGSEL – Maraknya faktur pajak fiktif di provinsi Banten mendorong  Direktur Intelijen dan Penyidikan DJP Yuli Kristiyono bakal melakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak di Provinsi Banten. Disinyalir  nilai faktur pajak menguap senilai  Rp 750 miliar yang tersebar di beberapa Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kanwil Banten.

DJP akan memanggil wajib pajak untuk lakukan konfirmasi terkait faktur pajak yang digunakan. Meskipun, dia belum menyebutkan, berapa banyak dan siapa saja WP yang akan dipanggil.

Direktur Jenderal Pajak (DJP), Yuli Kristiono  telah memperluas satuan tugas (Satgas) penanganan faktur pajak fiktif (faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya) di luar wilayah Jakarta pada 2015, dugaan faktur pajak ini akan ditangani  Satgas DJP.

“Perusahaan yang gunakan faktur pajak fiktif Ada banyak eksportir, dan perdagangan,” ujar Yuli kepada media.  Selasa (21/4).

Adapun perluasan satgas dilakukan di Banten, karena sebelumnya DJP telah berhasil melakukan konfirmasi atas 499 WP dari lima kanwil Jakarta pada 2014. Dari jumlah tersebut, terdapat 80,76 persen atau sebanyak 403 wajib pajak mengakui perbuatannya.

Selanjutnya, dari Rp 934,21 miliar nilai total faktur pajak yang diklarifikasi (mengakui menggunakan faktur pajak fiktif), ada 76,54 persen atau sekitar RP 715,02 miliar telah diklarifikasi dan disetujui oleh WP untuk dibayar.

“Satgas sudah berjalan sejak Juni 2014. Sejak Juni sampai akhir tahun, 80 persen mengakui dan komitmen untuk bayar. Tapi baru 50 persen yang bayar. Maka kita perluas penanganannya sampai Jawa,” kata Yuli. (gn)

 

Editor/Redaktur: Ridwan Saleh