Home / SUARA BANTEN / KABUPATEN LEBAK / 195 Siswa Paket B Lebak Gagal Ikut UN

195 Siswa Paket B Lebak Gagal Ikut UN

Lebak suaratangsel.com,- Sebanyak 195 siswa Paket B atau setara dengan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan gagal setelah hari ketiga tidak mengikuti ujian nasional.

“Siswa yang gagal itu karena tidak ada lagi ujian nasional (UN) susulan,” kata Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebak, Abdul Malik, Rabu (6/5).

Ia mengatakan, kegagalan siswa itu karena warga belajar tidak diperbolehkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja untuk mengikuti UN.

Selain itu, juga sebelumnya warga belajar telah mengundurkan diri serta pindah ke luar daerah.

Pelaksanaan UN Kejar Paket B di sejumlah lokasi di Kabupaten Lebak berjalan lancar dan tertib.

Mereka siswa paket yang mengikuti UN itu merupakan warga belajar dari enam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) antara lain Kecamatan Rangkasbitung, Sajira, Kalanganyar, Cihara, Leuwidamar, dan Cibeber.

Sedangkan, warga belajar lainya dari Pondok Pesantren berada di 36 lokasi Ponpes.

Saat ini, kata dia, pelaksanaan UN pada hari ketiga dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. Mereka warga belajar yang tidak mengikuti UN tersebut dipastikan gagal dan tidak lulus kesetaraan Paket B.

“Kami minta bagi warga belajar yang tidak mengikuti UN diharapkan tahun mendatang bisa mengulang kembali,” katanya.

Malik menyebutkan, jumlah peserta Paket B tercatat 819 orang dan 195 orang diantaranya tidak hadir untuk ikut UN sejak hari pertama sampai hari ketiga.

Dari 819 siswa itu terdiri dari 370 siswa dari PKBM dan 449 Pondok Pesantren. Pelaksanaan UN kesetaraan paket B di Kabupaten Lebak juga melibatkan puluhan pengawas. Mereka peserta wajib belajar yang diujikan UN mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan PKN.

“Pelaksanaan UN kesetaraan ini berjalan lancar dan berharap mereka mengisi lembaran jawaban dengan benar,” katanya.

Menurut dia, pelaksanaan UN tahun ini tidak lagi dijadikan penentu kelulusan ujian kesetaraan paket. Kelulusan paket itu ditentukan oleh hasil rapat keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten. Selain itu hasil ujian kesetaraan dan UN juga dijadikan bahan penilaian kelulusan.

“Kami berharap lulusan UN itu bisa melanjutkan hingga SLTA,” katanya.

Sementara itu, seorang peserta UN dari Ponpes di Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Ahmad mengatakan, dirinya senang bisa mengikuti ujian karena sebelumnya sudah dipersiapkan dengan mengoptimalkan bimbingan belajar yang dibina oleh pamong setempat.

“Kami jika lulus paket Bakan itu tentu akan melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah (MA),” katanya./brt st/ hjr4.

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Check Also

Kakao Asal Banten Banyak Diminati Eksportir Untuk Negara Tujuan Asia dan Eropa

Lebak, SUARA TANGSEL — Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Saat ini kakao ...

suaratangsel.com